Senin, 12 September 2011

Pelunasan BPIH Berakhir, 208.418 Calhaj Lunasi BPIH


Kasubdit Pendaftaran Haji Achmad Nidjam menjelaskan, sampai tahap dua pelunasan BPIH berakhir, Jumat (9/9), pukul 16.00 WIB, calon haji yang telah melunasi BPIHberjumlah 208.418 orang.
Jemaah reguler yang telah melunasi BPIH, kata Ahmad Nidjam, berjumlah 191.676 orang, sedangkan jemaah BPIH Khusus (ONH Plus) berjumlah 16.742 orang. Kurs dollar AS dari Bank Indonesia untuk setoran BPIH hari Jumat sebesar Rp 8.614,-
Kasubdit Pendaftaran Haji Achmad Nidjam meminta, agar jemaah ruguler yang telah menyetor lunas BPIH, selambat-lambatnya 3 hari telah mendaftar ulang ke kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota tempat domisili.
Sementara Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Cepi Supriyatna mengatakan, kuota haji 2011 yang tidak terserap di berbagai daerah, akan dikembalikan ke porsi kuota haji nasional.
Menurut Cepi, kewenangan pengelolaan kuota yang tersisa tersebut sepenuhnya oleh Menteri Agama. Sesuai dengan kebijakan yang berlaku selama ini, kuota yang tersisa akan dikembalikan ke daerah dengan memperhatikan lama masa tunggu (waiting list) daerah yang memiliki antrean terpanjang akan mendapat prioritas.
Sisa kuota haji itu, kata Cepi, sesuai dengan ketentuan juga, diprioritaskan bagi jemaah usia lanjut, pengabungan pasangan suami-istri dan orangtua dan anak.
Berdasar data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag, jumlah calhaj yang telah melunasi BPIH berdasarkan propinsi sbb: NAD 3.848 orang, Sumut 8.070 orang, Sumbar 4.395 orang, Riau 4.945 orang, Jambi 2.581 orang, Sumsel 6.209 orang, Bengkulu 1.590 orang, Lampung 6.085 orang.
Selanjutnya DKI Jakarta 6.886 orang, Jabar 37.013 orang, Jateng 29.171 orang, DI Yogya 3.037 orang, Jatim 33.396 orang, Bali 629 orang, NTB 4.441 orang, NTT 643 orang.
Kalbar 2.305 orang, Kalteng 1.322 orang, Kalsel 3.747 orang, Kaltim 2.748 orang, Sulut 689 orang, Sulteng 1.724 orang, Sulsel 7.129 orang, Sultra 1.664 orang, Maluku 690 orang, Papua 1.040 orang, Bangka Belitung 897 orang, Banten 8.418 orang, Gorontalo 875 orang, Malut 1.054, Kepri 976 orang, Sulbar 1.419 orang, Papua Barat 692 orang, dan TPHD/TKHD 1.348 orang