Senin, 22 Agustus 2011

Tidak Ada Embarkasi Haji Tambahan


Tidak ada penambahan embarkasi pada penyelenggaran haji 2011. Sebanyak 11 embarkasi telah resmi ditetapkan. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Cepi Supriyatna, di Jakarta, Ahad (21/8).
Sejumlah daerah antara lain Lampung, NTB, dan Riau mengajukan diri sebagai embarkasi. Pemerintah, jelas Cepi, belum bisa mengabulkan permohonan mereka. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil kajian pemerintah atas kesiapan daerah tersebut. Kesimpulannya terdapat persoalan teknis yang belum bisa terpenuhi. Kendati demikian pemerintah tetap mengkaji kemungkinan penambahan embarkasi. "Insyallah tahun depan kita kaji lagi,"katanya
Cepi menjelaskan kesebelas emberkasi tersebut yaitu Aceh mengangkut provinsi Aceh, embarkasi Medan (Sumatera Utara), Batam (Kepri, Riau, Kalimantan Barat dan sebagian Jambi), Padang (Sumut, Bengkulu, dan sebagian Jambi), Palembang (Sumatera Selatan, Bangka Belitung), DKI Jakarta (DKI Jakarta, Lampung, Banten dan Provinsi Jabar), Solo (Jawa Tengah, Yogyakarta, dan tiga kabupaten dari Kalimantan Tengah), Surabaya (Jawa Timur, Bali, NTT, NTB), Banjarmasin (Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, ) Balikpapan (Kalimantan Timur, Sulawesi Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara), dan Makassar (Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat)
Lebih lanjut, Cepi mengatakan persiapan penvisaan tengah berlangsung. Per tanggal (19/8) sekitar 190 ribu paspor selesai dibuat di seluruh provinsi. Sebanyak 137.609 telah diterima pemerintah pusat. Dari total tersebut pemerintah telah mengajukan penvisaan 96.800 paspor ke kedutaan Arab Saudi. Hasilnya, 53.600 paspor telah diterbitkan visanya. Dari jumlah itu, 35.177 paspor telah dikembalikan ke daerah. "Jumlah itu akan terus bertambah sesuai target," katanya.
Pemerintah, jelas Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji, Sri Ilham Lubis, menargetkan proses penvisaan paspor jamaah haji regular dan para petugas rampung akhir September mendatang. Target ini merujuk jadwal pemberangkatan jamaah haji. Dijadwalkan mereka memasuki asrama pada (1/10) dan diberangkatkan ke Tanah Suci (2/10). Hingga kini, belum terdapat kendala krusial dalam penyiapan paspor dan visa itu. Apalagi, pemerintah Arab Saudi berkomitmen memberikan pelayanan ekstra dengan pengeluaran visa lebih cepat di banding 2010. (rep/nashih)

158.960 Calhaj Lunasi BPIH


Direktur Pelayanan Haji Zainal Abidin Supi mengatakan, sampai Jumat (19/8), hari ke empat pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), jumlah calon haji yang telah melunasi BPIH berjumlah 158.960 orang.
Jemaah reguler yang telah melunasi BPIH, kata Supi berjumlah 142.967 orang, sedangkan jemaah BPIH Khusus (ONH Plus) berjumlah 15.993 orang. Kurs dollar AS dari Bank Indonesia untuk setoran BPIH hari ke empat sebesar Rp 8.601,-
Zainal Abidin Supi mengatakan, hari ke empat pelunasan BPIH, propinsi Jawa Barat terbesar telah melunasi BPHI sebanyak 29.955 orang, disusul Jatim 24.336 orang dan Jateng 22.244 orang.
Direktur Pelayanan Haji Zainal Abidin Supi meminta, agar jemaah ruguler yang telah menyetor lunas, selambat-lambatnya 3 hari telah mendaftar ulang ke kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota tempat domisili.
Sementara berdasar data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag, jumlah calhaj yang telah melunasi BPIH berdasarkan propinsi sbb: NAD 2.771 orang, Sumut 5.651 orang, Sumbar 3.151 orang, Riau 3.756 orang, Jambi 1.821 orang, Sumsel 4.783 orang, Bengkulu 993 orang, Lampung 4.172 orang.
Selanjutnya DKI Jakarta 5.459 orang, Jabar 29.955 orang, Jateng 22.244 orang, DI Yogya 2.410 orang, Jatim 24.336 orang, Bali 430 orang, NTB 3.168 orang, NTT 375orang.
Kalbar 1.775 orang, Kalteng 962 orang, Kalsel 3.108 orang, Kaltim 2.012 orang, Sulut 414 orang, Sulteng 1.262 orang, Sulsel 5.178 orang, Sultra 1.138 orang, Maluku 321 orang, Papua 693 orang, Bangka Belitung 728 orang, Banten 6.843 orang, Gorontalo 429 orang, Malut 752, Kepri 735 orang, Sulbar 708 orang, dan Papua Barat 460 orang, dan TPHD/TKHD 26 orang.

Jumat, 19 Agustus 2011

132.316 Calhaj Lunasi BPIH


Direktur Pelayanan Haji Zainal Abidin Supi mengatakan, hari ke tiga pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), Kamis (18/8) sampai pukul 16.00 WIB, jumlah calon haji yang telah melunasi BPIH berjumlah 132.316 orang.

Jemaah reguler yang telah melunasi BPIH, kata Supi berjumlah 116.789 orang, sedangkan jemaah BPIH Khusus (ONH Plus) berjumlah 15.527 orang. Kurs dollar AS dari Bank Indonesia untuk setoran BPIH hari ke tiga sebesar Rp 8.576,-
Menurut Supi, hari ke tiga pelunasan BPIH, propinsi Jawa Barat terbesar telah melunasi BPHI 25.816 orang, disusul Jatim 20.467 orang dan Jateng 17.584 orang.
Direktur Pelayanan Haji Zainal Abidin Supi meminta, agar jemaah ruguler yang telah menyetor lunas, selambat-lambatnya 3 hari telah mendaftar ulang ke kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota tempat domisili.
Sementara berdasar data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag, jumlah calhaj yang telah melunasi BPIH berdasarkan propinsi sbb: NAD 2.077 orang, Sumut 4.532 orang, Sumbar 2.449 orang, Riau 3.036 orang, Jambi 1.457 orang, Sumsel 3.885 orang, Bengkulu 716 orang, Lampung 3.403 orang.
Selanjutnya DKI Jakarta 4.658 orang, Jabar 25.816 orang, Jateng 17.584 orang, DI Yogya 1.983 orang, Jatim 20.467 orang, Bali 301 orang, NTB 2.391 orang, NTT 307 orang.
Kalbar 1.364 orang, Kalteng 660 orang, Kalsel 2.437 orang, Kaltim 1.643 orang, Sulut 335 orang, Sulteng 1.053 orang, Sulsel 4.196 orang, Sultra 923 orang, Maluku 252 orang, Papua 470 orang, Bangka Belitung 654 orang, Banten 5.568 orang, Gorontalo 294 orang, Malut 546, Kepri 654 orang, Sulbar 367 orang, dan Papua Barat 311 orang

Kamis, 18 Agustus 2011

Pemerintah Tetapkan Besaran BPIH dan Waktu Pelunasan


Jakarta-Pemerintah telah menetapkan besaran BPIH 2011/1432H rata-rata 3.533 USD mengalami kenaikan 191 USD dibanding BPIH tahun lalu rata-rata 3.342 USD. Namun jika dibayarkan dengan rupiah mengalami penurunan sebesar Rp 343.500,- dari BPIH Rp 31.080.600 menjadi Rp 30.737100, dengan asumsi 1 USD sama dengan Rp 8.700,-

Hal itu dikemukakan Sekjen Kemenag Bahrul Hayat didampingi Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Slamet Riyanto dan Kapus Informasi dan Humas Zubaidi, ketika menyampaikan pengumuman besaran BPIH 2011 kepada wartawan, di Operation Kemenag, Kamis (11/08).

Menurut Bahrul Hayat, BPIH Aceh 3.285 USD, Medan 3.327 USD, Batam 3.460 USD, Padang 3.369 USD, Palembang 3.417 USD, Jakarta 3.589 USD, Solo 3.549 USD, Surabaya 3.612 USD, Banjarmasin 3.720 USD, Balikpapan 3.736 USD dan Macasar 3.795 USD.


Pelunasan BPIH, kata Sekjen, dimulai 15 Agustus s.d. 26 Agustus 2011 pada Bank Penerima Setoran (BPS) BPIH tempat setor sermula, dengan jadwal untuk Indonesia Bagian Barat pukul 10.00 s.d. 16.00 WIB, Indonesia Bagian Tengah pukul 11.00 s.d. 17.00 WITA, dan Indonesia Bagian Timar pukul 12.00 s.d. 18.00 WIT.

Bahrul Hayat menjelaskan, apabila sampai tanggal 26 Agustus 2011, kuota haji belum terpenuhi, pembayaran peluanasan BPIH diperpanjang dari tanggal 6 s.d. 9 September 2011.
Jemaah yang telah menyetor lunas, kata Sekjen, selambat-lambatnya 3 hari telah mendaftar ulang ke kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota tempat domisili.


BPIH Khusus.

Besaran BPIH Khusus/ONH Plus ditetapkan minimal sebesar 7.000 USD dengan ketentuan pembayaran pelunasan dilaksanakan tanggal 11 s.d. 16 Agustus 2011. Setoran lunas BPIH Khsusus yang dananya telah dilimpahkan ke rekening Meneteri Agama. Akan dibayarkan ke PIHK sebesar 6.723 USD, setelah dikurangi biaya sebesar 277 USD untuk general service fee ke Arab Saudi.

Apabila kuota BPIH Khusus sampai 16 Agustuis, belum terpenuhi, akan dibuka pelunasan tahap II tanggal 18 s.d. 19 Agustus 2011

Surat Edaran Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 H / 2011 M Di Lingkungan Kemenag


Dua Maskapai Penerbangan Angkut Haji, Resmi Ditunjuk

Jakarta (Pinmas)--Pemerintah telah melakukan penunjukkan maskapai untuk operator penerbangan haji. Dua maskapai yang dinyatakan memenuhi syarat yaitu Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines. Penegasan ini disampaikan oleh Sekjen Kementerian Agama (Kemenag), Bahrul Hayat. "Kita sudah tunjuk dua maskapai itu," katanya, Jumat (12/8).
Bahrul mengatakan persiapan teknis telah dilakukan oleh maskapai yang bersangkutan. Dengan demikian, diharapkan tak akan ada hambatan awal keberangkatan jamaah haji ke Tanah Suci yang dimulai 2 Oktober mendatang. Harga rata-rata penerbangan yang ditetapkan adalah sebesar 2.010 dollar AS.
Sebelumnya, Direktur Pelayanan Haji, Kementerian Agama Zainal Abidin Supi mengatakan pemerintah memutuskan untuk tidak melibatkan maskapai Batavia Air dalam penerbangan haji 2011. Keputusan ini diambil merujuk pada hasil penilaian dan evaluasi lapangan yang dilakukan oleh tim dari Kemenag dan Kementerian Perhubungan. "Tidak terlibat tahun ini," katanya. Zainal mengatakan dari total 33 persyaratan yang ditentukan, pihak Batavia Air hanya memenuhi 25 persyaratan.
Terdapat empat persyaratan utama dan mutlak dipenuhi dalam penawaran penyelenggara angkutan udara yang belum dipenuhi Batavia, yaitu di antaranya pemenuhan terhadap jumlah pesawat yang dibuktikan dengan Memorandum of Understanding (MoU) pengadaan pesawat tidak sesuai dengan jumlah embarkasi yang ditawarkan, dan tidak adanya sertifikasi kelayakan udara terhadap pesawat yang ditawarkan. Terkait perawatan berkala, Batavia Air tidak melampirkan bukti tersebut.(rep/nashih)

Pengumuman Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1432 H / 2011 M